berita

Pulihkan Lahan Terdegradasi, Mahasiswa KKN Unand Periode II Terapkan Budidaya Cabai Rawit dan Optimalisasi pH Tanah di Nagari Pematang Panjang, Kabupaten Sijunjung

02 August 2026

Pulihkan Lahan Terdegradasi, Mahasiswa KKN Unand Periode II Terapkan Budidaya Cabai Rawit dan Optimalisasi pH Tanah di Nagari Pematang Panjang, Kabupaten Sijunjung
Mahasiswa Kuliah Kerja nyata (KKN) Universitas Andalas priode II ini melaksanakan keguiatan atau sebuah program pemanfaatan lahan yang terdegradasi melalui budidaya cabai rawat di lahan yang berada di belakang kantor Walinagari Pematang Panjang, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Program ini merupakan salah satu program utama yang dilakyukan oleh Mahasiswa KKN priode II Universitas Andalas yang menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyrakat yang mengintegrasikan ilmu pertanian dengan pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang produktif, sehingga dapat kembali dimanfaatkan sebagai sealah satu lahan untuk di bidudayakan.

Nagari pematang Panjang merupakan salah satu nagari yang memiliki potensi besar pada sector peretanian. Sebagai sebuah besar masyarakat menggantungkan mata pencariaan mereka pada kegiatan bercocok tanam dan pengelolaan lahan. Namun , tidak semua mata pencarian masyarakat bercocok tanam dan pengelolaan lahan,, akan tetapi, beberapa area, tidak sepenuhnya lahan digunakan secara optimal. Beberapa area, termasuk lahan dibelakang Kantor Walinagari telah lama tidak digunakan secara optimal dan itensif sehingga mengalami penurunan produktivitas dan belum dimanfaatkan sebagai sebuah lahan pertanian.

Dari hasil observasi mahasiswa KKN Bersama perangkat nagari, lahan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan kembali dengan menambah dan memperbaiki PH tanahnya. Sebab kondisi ntanah setelah dilakukan observasi menunjukan perlunya perbaikan sebelum akan di tanamin kembali. Tanah memiliki tingkat kesuburan yang rendah akibat berkurangnya kandungan bahan organic, sementara tingkat kesuburan yang rendah akibat berkurangnya kandungan bahan organic, sementara tingkat keasaman tanahnya perlu diperbaiki agar mampu mendukung pertumbahan tanaman secara optimal. Maka dengan kondisi tersebutlah yang menjadi karakteristik yang umum dijumpai pada lahan yang telah lama tidak diolah, sehingga menyebabkan diperlukannya perlakuan khusus untuk menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki tanah sebelum tanah tersebut akan dimanfaatkn kembali.

Dengan adanya potensi tersebut, Mahasiswa KKN Universitas Andalas menginisiasi program pemulihan lahan melalui penanaman bibit cabai rawit yang diawali dengan perbaikan pemulihan lahan melalui penanaman bibit cabai rawit dengan memperbaiki kondisi tanah. Program ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan komoditas pertanian bernilai ekonomiu, akan tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan kualitas tanah sebelum budidaya dilakukan.

Koordinator Mahasiswa KKN Universitas Andalas Nagari Pematang Panjang Nayla Putri Syakira menjelaskan bahwa keberhasilan budidaya tanaman tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah sebagai media tumbuh.

"Tahapan pertama yang kami lakukan adalah menyiapkan lahan dengan membuat bendengan, kemudian memberikan kapur pertanian (dolomit) untuk membantu memperbaiki tingkat keasaman tanah. Setelah itu kami menambahkan pupuk organik sebagai sumber bahan organik sekaligus memperbaiki struktur tanah. Setelah kondisi lahan lebih siap, barulah dilakukan penanaman bibit cabai rawit," jelasnya.

Pemilihan cabai rawit sebagai komoditas budidaya didasarkan pada pertimbangan nilai ekonominya yang relative tinggi serta permintaaan pasar yang tinggi. Selain dibudidayakan, cabai rawit juga memiliki waktu panen yang singkat sehingga potensinya memberikan manfaat bagi ekonomi apabila dalam pengelolaannya dilakukan dalam waktu lama.

Selama kregiatan , mahasiswa tidak hanya sekedar menanam, akan tetapi juga memberikan pendampingan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan pH tanah, penggunaan pupuk organik serta bagaimana teknik dalam berbudidaya yang baik. Dengan adanya edukasi mengenai hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan teknik pertanian, budidaya masyarakat terhadap pengelolaan lahan.

Pada program ini memperoleh dukungan penih dari pemerintah Nagari Pematang Panjang dan masyarakat yang ada di Pematang panjag. Lahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini mulai ditata kembali menjadi sebuah budidaya yang profuktif. Dengan adanya demplot atau pemulihan lahan di belakang Kantor Nagari diharapkan menjadi sebuah contoh sederhana bagi masyarakat bahwa lahan yang tidak terkelola masih memiliki potensi untuk dikembngkan apabila di imbangin dengan pengelolaan yang tepat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas Periode II berharap pemanfaatan lahan di belakang Kantor Wali Nagari tidak berhenti pada masa pelaksanaan KKN, tetapi dapat terus dikembangkan oleh pemerintah nagari dan masyarakat sebagai salah satu contoh pemanfaatan lahan yang berkelanjutan. Program ini juga menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung ketahanan pangan lokal, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendorong penerapan praktik pertanian berbasis ilmu pengetahuan di tingkat nagari.

Bagikan artikel ini:

Kembali ke Artikel